Sejarah Wisata Tlatar

 

        Wisata Tlatar bermula dengan adanya sebuah desa yang merupakan bentangan padang ilalang, tanahnya kering berpadas dan penuh batu. Pimpinan Desa pada waktu itu bernama Ki Ageng Wonotoro. Beliau, adalah sosok figure yang bijaksana penuh rasa tanggung jawab memimpin desanya disamping itu beliau juga mempunyai kepandaian linuwuh dalam hal kebatinan.

        Ki Ageng Wonotoo merasa sangat prihatin melihat keadaan desanya yang gersang sangat kekurangan Air, untuk mendapatkan sumber / mata air Ki Ageng Wonotoro melakukan semedi memohon petunjuk agar diberi Air. Di dalam semedinya Ki Ageng mendapat petunjuk jika ingin mendapatkan sumber air supaya pergi ke Pantaran untuk menemui Ki Ageng Pantran untuk meminta sumber air. Setelah sampai ke Pantaran Ki Ageng Wonotoro diberi kendi yang berisi air dan dikawal 4 jin dan diberi pesan dalam perjalanan pulang jangan sekali-kali menoleh kebelakang. Tapi tidak disadari salah satu jin itu menoleh kebelakang sampai kendi yang dibawa jatuh sehingga airnya berceceran dan sesampainya didesa air nya sudah habis. Melihat air yang meluap-luap air boleh dimanfaatkan untuk masyarakat sekitarnya, kemudian cantrik mengambil batu di desa mudal, tetapi kerana batu yang diambil terlalu besar batu itu jatuh di sebelah dukuh mudal, kemudian cantrik mencari batu lagi dan akhirnya batu tersebut boleh menyebabkan sebahagian dari umbul, sehingga airnya boleh dimanfaatkan. Setelah itu cantrik tersebut kembali ke Wonotoro, Ki Ageng Wonotoro bertanya kenapa cantrik kembali pulang padahal cantrik tersebut disuruh untuk menjaga umbul itu.

        Semuanya adalah cerita dahulu. Sekarang umbul Tlatar menjadi sebuah obyek wisata, pemandian untuk keluarga yang dilengkapi dengan tempat pemancingan dan warung lesehan yang menyajikan bebagai masakan ikan air tawar dan juga tempat bermain bagi anak-anak. Sehingga layak disebut sebagai Ekowisata air. Disamping itu Tlatar sangat sesuai untuk wisata keluarga, karena letaknya yang tidak jauh dari kota Boyolali yaitu sekitar 4 km ke arah utara.

        Saat ini Umbul Tlatar merupakan pemasok air baku utama bagi masyarakat Boyolali karena PDAM Boyolali memanfaatkan Umbul Tlatar untuk pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat Boyolali

Selain uraian akhir dari legenda umbul Tlatar, ada satu hal yang lebih menarik untuk dikembangkan di umbul Tlatar yaitu pemanfaatan air yang ada untuk membangkitkan energi dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ( PLTMH ). Artinya bahwa umbul Tlatar menyimpan potensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ( PLTMH ). (source: wikipedia)